PALU titiksorot.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut sekitar 18 pelajar di Sulawesi Tengah telah mendapatkan penanganan melalui intervensi kolaboratif terkait keterlibatan mereka dalam grup True Crime Community (TCC). Grup tersebut diduga memuat konten pornografi dan kekerasan yang berisiko memberikan pengaruh negatif terhadap para pelajar.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap dampak negatif aktivitas di ruang digital, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan.
Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 2 Palu. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan literasi digital serta lebih berhati-hati ketika berinteraksi di media sosial maupun bergabung dengan komunitas daring.
Para pelajar diimbau untuk menghindari grup yang berisiko menyebarkan konten pornografi dan kekerasan. Mereka juga diharapkan mampu mengenali konten yang tidak pantas serta memahami dampak yang dapat muncul dari paparan materi negatif di internet.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, upaya pencegahan juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak. Pengawasan tersebut diperlukan agar orang tua dapat mengetahui lingkungan pergaulan daring anak dan memberikan pendampingan ketika mereka menemukan konten yang berbahaya.
Pencegahan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut. Lingkungan pertemanan yang aman, baik di sekolah maupun di ruang digital, dinilai penting untuk membantu pelajar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Melalui intervensi kolaboratif dan sosialisasi di lingkungan pendidikan, upaya penanganan diharapkan tidak hanya berfokus pada pelajar yang telah teridentifikasi, tetapi juga memperkuat kesadaran siswa, sekolah, dan keluarga dalam menghadapi risiko penggunaan internet.
Densus 88 menyebut sekitar 18 pelajar di Sulawesi Tengah telah mendapatkan penanganan terkait grup TCC tersebut. Namun, informasi yang tersedia belum merinci identitas para pelajar, bentuk intervensi yang diberikan kepada masing-masing individu, maupun hasil evaluasi setelah penanganan dilakukan.
Karena itu, penguatan literasi digital, pendampingan orang tua, serta pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan digital yang lebih aman bagi pelajar.

